Postingan

Istirahat dari Media Sosial

Mungkin karena masih bawaan flu berat yang kemarin, jadi rasanya masih feeling blue dan hampa. Aku masih ingat ketika covid dulu, saat proses penyembuhan selalu diakhiri dengan perasaan yang mirip depresi: sedih, hampa, energi mudah terkuras dan gak tertarik melakukan hal-hal yang dulu disukai (anhedonia).  Buka-buka media sosial rasanya pun capek banget, terutama Threads.  Ini gak biasanya sih, karena aku termasuk yang sering baca-baca curhatan orang di Threads. Sesekali komentar juga. Intinya, aku senang-senang aja main di Threads.  Tapi kali ini beda. Baca utas-utas yang isinya masalah orang-orang rasanya terserap banget energi. Capek dan hampa. Gak cuma itu, rasanya krisis eksistensialku juga kembali bangkit gara-gara lihat kesusahan orang. Ada Inara Rusli yang emang layak dicancel ibu-ibu senusantara, geram sekaligus heran: "kok ada ya perempuan sejahat ini?". Lalu, ada dua orang tua yang kehilang enam anaknya satu persatu di masa tua dan hanya menyisakan satu anak y...

Covid atau Superflu?

Di tengah ramainya berita soal superflu dan cerita orang-orang yang satu persatu tumbang setelah liburan akhir tahun, aku dan keluarga juga ikut tumbang nyaris dua minggu gara-gara gejala flu berat yang aneh.   Aku gak tahu ini superflu atau bukan. Tapi sejujurnya, ini rasanya sangat mirip covid. Aku pernah 3x positif covid di masa-masa pandemi 2001-2003, dan rasa flu ini sangat mirip dengan yang pernah aku alami:  Demam >39 derajat celcius dan menggigil Batuk kering Diare  Tiba-tiba muncul pilek di tengah-tengah batuk. Kalau flu biasanya pilek itu muncul di awal berbarengan dengan demam. kehilangan rasa asin, tapi rasa manis jadi terlalu menonjol. Bahkan air putih rasanya manis! kehilangan kemampuan mencium aroma, bahkan saat pilek dan mampetnya hilang. Fatigue. Lemes banget sampai susah turun dari tempat tidur. Dan yang paling mengganggu: pegal, sakit, nyut-nyutan di sekujur tubuh.  Well, akhirnya sih semua gejala mereda juga. Tapi lemasnya masih nyisa. Dan...

Kalistenik: Biar Pas Tua Engga Nyusahin Nyusahin Amat

Ini masih lanjutan tulisanku yang kemarin soal kalistenik yang baru aku mulai di tahun kemarin.  Kesadaran untuk melatih otot yang sesuai dengan kondisi kesehatanku bermula dari melihat nenek-nenek yang sebenarnya gak terlalu tua, gak punya penyakit berat yang bikin dia gak bisa jalan seperti stroke, tapi kalau berjalan sudah membungkuk dan untuk melakukan aktifitas ringan aja kayaknya sulit.  Dari sana aku wondering, "tapi kok bisa ya ada orang tua yang sampai sangat renta pun tubuhnya tidak terlalu bungkuk, bahkan masih aktif secara fisik. Orang tua yang betul-betul tidak menylitkan orang sekelilingnya?"  Dan ternyata, memang ada kaitannya antara yang tua begitu saja, dengan tua yang saat masih mudanya lebih aktif. Dan aku orang yang gitu-gitu aja, alias gak aktif haha. Tapi gak kepengen ntar pas tua terlalu nyusahin orang-orang sekelilingku.   Menjadi tua pasti melemah, tapi setidaknya kita tidak melemah sebelum waktunya  Ternyata e lastisitas...