Istirahat dari Media Sosial
Mungkin karena masih bawaan flu berat yang kemarin, jadi rasanya masih feeling blue dan hampa. Aku masih ingat ketika covid dulu, saat proses penyembuhan selalu diakhiri dengan perasaan yang mirip depresi: sedih, hampa, energi mudah terkuras dan gak tertarik melakukan hal-hal yang dulu disukai (anhedonia). Buka-buka media sosial rasanya pun capek banget, terutama Threads. Ini gak biasanya sih, karena aku termasuk yang sering baca-baca curhatan orang di Threads. Sesekali komentar juga. Intinya, aku senang-senang aja main di Threads. Tapi kali ini beda. Baca utas-utas yang isinya masalah orang-orang rasanya terserap banget energi. Capek dan hampa. Gak cuma itu, rasanya krisis eksistensialku juga kembali bangkit gara-gara lihat kesusahan orang. Ada Inara Rusli yang emang layak dicancel ibu-ibu senusantara, geram sekaligus heran: "kok ada ya perempuan sejahat ini?". Lalu, ada dua orang tua yang kehilang enam anaknya satu persatu di masa tua dan hanya menyisakan satu anak y...